Kampar, – Harapan warga Dusun I, Desa Lubuk Agung, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman dan layak segera terwujud. Pembangunan jembatan darurat yang dikerjakan Satuan Tugas (Satgas) Polda Riau kini memasuki tahap akhir dan siap difungsikan dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kampar, Zulfikar, menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan tersebut. Ia menilai kehadiran jembatan darurat menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami hambatan mobilitas akibat kerusakan infrastruktur penghubung di wilayah itu.
Apresiasi tersebut disampaikan Zulfikar saat mendampingi Kepala Kepolisian Daerah Riau, Herry Heryawan, yang meninjau langsung progres pembangunan pada Jumat (20/2/2026). Dalam peninjauan itu, rombongan melihat konstruksi jembatan yang hampir selesai dikerjakan.
“Ini merupakan langkah nyata dalam menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kami mengapresiasi jajaran Polda Riau yang bergerak cepat merespons kebutuhan warga,” ujar Zulfikar di lokasi.
Menurut dia, jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat Desa Lubuk Agung dan sekitarnya. Selama akses terganggu, warga harus menempuh rute alternatif yang lebih jauh dan berisiko, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Zulfikar menilai pembangunan jembatan darurat ini mencerminkan sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Ia memastikan pemerintah daerah melalui Satpol PP akan terus mendukung kelancaran proses hingga jembatan dapat digunakan secara optimal.
“Kami berharap jembatan ini segera difungsikan agar aktivitas masyarakat kembali normal. Akses ini sangat penting untuk mendukung pergerakan ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan darurat tersebut tidak hanya sekadar memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memulihkan rasa aman dan kepastian bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah dan kepolisian, lanjutnya, akan terus memantau kondisi jembatan setelah digunakan guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga.
Dengan hampir rampungnya pembangunan, warga Desa Lubuk Agung kini menantikan pembukaan akses tersebut. Jembatan darurat itu diharapkan menjadi solusi cepat sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen yang lebih kokoh di masa mendatang.
Zulfikar menegaskan, kolaborasi lintas sektor seperti ini perlu terus diperkuat agar setiap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah terpencil, dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu. “Yang terpenting, masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” ujarnya.(Advertorial)





