Di Apel Kamtibmas, Satpol PP Kampar Soroti Pentingnya Pendekatan Humanis

BANGKINANG KOTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Hal ini disampaikan dalam Apel Akbar Sabuk Kamtibmas yang digelar di halaman Mapolres Kampar, Jumat (10/4/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kampar, Yorin Effendi, menegaskan bahwa pola penegakan aturan tidak lagi hanya bertumpu pada tindakan represif, tetapi harus dibarengi dengan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Pendekatan humanis menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya patuh, tetapi juga memahami alasan di balik setiap aturan yang diberlakukan,” ujar Yorin di hadapan peserta apel yang terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Menurut Yorin, selama ini Satpol PP kerap dipersepsikan sebagai aparat penertiban semata. Padahal, secara fungsi kelembagaan, Satpol PP memiliki peran lebih luas, yakni menegakkan peraturan daerah (perda), menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Di Kabupaten Kampar, kata dia, ketiga fungsi tersebut terus diperkuat di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan kompleksitas persoalan di lapangan.

Sejumlah potensi gangguan ketertiban yang menjadi perhatian antara lain pelanggaran perda, penggunaan ruang publik yang tidak sesuai, hingga aktivitas usaha tanpa izin. Selain itu, penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras dan praktik perjudian juga dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Yorin menjelaskan, dalam penanganannya, Satpol PP kini mengedepankan langkah-langkah preventif. Sebelum dilakukan penertiban, petugas terlebih dahulu memberikan imbauan, sosialisasi, hingga surat peringatan kepada pihak yang melanggar.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam mendorong kesadaran masyarakat serta meminimalisir potensi konflik di lapangan.

“Dengan cara yang lebih persuasif, masyarakat diberi ruang untuk memperbaiki pelanggaran secara sukarela,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Satpol PP, lanjutnya, tidak ingin dipandang sebagai aparat yang semata-mata melakukan penindakan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.

Dalam praktiknya, pendekatan ini diterapkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari penertiban pedagang kaki lima hingga pengawasan terhadap tempat usaha yang melanggar ketentuan.

Di sisi lain, Satpol PP Kampar juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kamtibmas. Menurut Yorin, upaya tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari kepolisian, TNI, pemerintah desa, hingga masyarakat.

Dalam apel tersebut, Satpol PP Kampar menurunkan satu peleton personel sebagai bentuk kesiapsiagaan. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadan Sebayang.

“Menjaga kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi akan terus kami perkuat,” ujarnya.

Meski demikian, Satpol PP Kampar dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah personel serta luasnya wilayah kerja. Selain itu, dinamika gangguan ketertiban juga terus berkembang, termasuk yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media sosial.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Satpol PP terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam hal komunikasi, mediasi, dan penyelesaian konflik.

Dengan pendekatan humanis dan dukungan lintas sektor, Satpol PP Kampar optimistis mampu menjaga kondisi daerah tetap aman, tertib, dan kondusif.(ADV)

Pos terkait