KAMPAR – Ribuan warga memadati kawasan wisata alam Pulau Kosiok, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Rabu (18/2), untuk mengikuti tradisi Balimau Kasai jelang Ramadan. Momentum tahunan ini semakin semarak dengan kehadiran Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, yang turun langsung menyapa masyarakat.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai penjuru Kabupaten Kampar telah berdatangan ke lokasi. Mereka mengikuti rangkaian prosesi adat yang menjadi simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi daerah. Ia menegaskan, Balimau Kasai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari warisan budaya yang sarat nilai kebersamaan dan religiusitas.
“Balimau Kasai merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan persiapan diri dalam menyambut bulan suci Ramadan,” kata Yuzar di hadapan warga.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen mendukung pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, budaya yang terjaga akan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kampar T. Nurheryani, Penjabat Sekretaris Daerah Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.
Selain prosesi adat, panitia juga menggelar hiburan rakyat yang menambah kemeriahan suasana. Lomba panjat pinang menjadi salah satu agenda yang paling diminati, dengan sorak-sorai warga yang menyemangati para peserta.
Pelaksanaan Balimau Kasai di Pulau Kosiok tahun ini kembali menegaskan kuatnya tradisi masyarakat Kampar dalam menyambut Ramadan. Ribuan warga yang hadir menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.(ADV)





